Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu. Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis: 1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh..
2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.
3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.
4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat padanya.
5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.
7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.
Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu, utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Ak hirat-mu"
TIADA HIDUP TANPA KEGAGALAN ,KEKALAHAN , DAN KEJATUHAN AIR SUNGAI MENUJU LAUT MELEWATI JALAN YANG BERLIKU BERDIRILAH TEGAK KEMBALI JANGAN MEMANDANG KE BELAKANG , MASA LALU TELAH BERLALU HIDUP BERJALAN TERUS LANGIT YANG ABADI TETAP TIDAK BERUBAH DAN HIDUP BAGAIKAN BENTUKAN GERAKAN AWAN DI ANGKASA YANG SELALU BERUBAH-UBAH TIDAK MEMILIKI KETETAPAN DAN TIDAK ABADI
Katanya nih, cinta bikin apa yg dicintai itu bener-bener masuk ke lubuk hati. Bicara lubuk hati, apalagi yg terdalam, pasti berkaitan banget ama yg namanya kelembutan. Hati tuh lembuuuttt banget. Kalo dah kayak gini nich, cinta itu deket ama yang namanya air mata, nangis dech... Makanya, orang yg lagi jatuh cinta, bakal gampang nangis kalo inget ama yg dicintainye, ya kagak? Ngaku dech!
Ngomong-ngomong soal nangis nich, A'a BOY punya cerita. Cerita ini cerita jadul. Ada 2 cerita.
Cerita pertama. Dulu, ada negeri kafir yg mo nyerang negeri Islam. Ketua kafir itu atur siasat. Sebelum nyerang, diselidiki dulu negeri Islam itu. So, si ketua ngutus seorang mata-mata ke negeri Islam itu. Si mata-mata tadi nyamar jadi orang Islam. Trus dia masuk ke negeri Islam itu. Tampangnya pokoke Islam banget dah, pake janggut segala kali! Tiba-tiba dia ngeliat ada seorang anak muda yg lagi nangis di pojokan dinding. Penasaran, si mata-mata tadi ngedeketin tuh anak muda. Trus dia nanya : " Kenapa kamu nangis?" Jawab anak muda tadi : "Aku nangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama'ah di masjid." Kagetlah si mata-mata. Trus dia balik ke negerinya dan laporan ke ketua. Dia nyeritain apa yg diliatnya di negeri Islam. Trus kata ketua : "OK, kita jangan nyerang Islam dulu. Tunggu kalo saatnya dah tepat."
Cerita kedua. Sebetulnya ini lanjutan dari cerita pertama tadi. Beberapa tahun kemudian, diutus lagi dech mata-mata. Then, si mata-mata nyamar jadi orang Islam. Pokoknya kayak cerita pertama. Trus dia ngeliat ada anak muda yg nangis lagi duduk. Si mata-mata ngedatengin tuh anak trus nanya : "Kenapa kamu nangis?" Jawab si anak muda : " Aku nangis karena baru aja ditinggal ama kekasihku?" Ngedenger jawaban kayak gini, si mata-mata balik ke negerinya. Dia lapor ke ketua tentang apa yg diliatnya di negeri Islam. Trus, sang ketua berkata : "OK, saatnya kita serang mereka!"
Bener, negeri kafir kemudian nyerang negeri Islam tadi . Dan apa yg terjadi, soddara-soddara? Maka, hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam itu. Masya Allah...
Kenapa hayo koq bisa kayak gitu? Ketua kafir tadi ngeliat kalo yg pertama, pemuda-pemuda Islam-nya sholeh-sholeh. Mereka cinta benget ama Allah.
Sampe-sampe mereka sedih & nangis gara-gara ketinggalan shalat berjama'ah di masjid. So, kalo negeri kafir nyerang saat itu, pasti orang kafir kalah.
Trus, setelah beberapa tahun, ada yg berubah di negeri Islam itu. Anak-anak mudanya dah ga sholeh lagi (atw mungkin kurang sholeh kali ya...). Ini bisa diliat ada anak muda Islam yg nangis gara-gara ditinggal pacarnya. Pasti, hari-harinya dihabisin bwt kekasihnya, bwt nemenin, bwt mikirin, en bwt-bwt yg laen. Knapa waktunya kagak dihabisin bwt Allah & Islam yak? Ini pertanda kalo negeri Islam tadi dah lemah. Ini dia saatnya buat nyerang.
Gitu, Pren. Generasi yg pertama nangis ngeluarin air mata (ya iyalah, masak ngeluarin ingus) gara-gara cinta ama Allah. Generasi yg kedua nangis ngeluarin air mata (air mata buaya bukan ya?) gara-gara cinta ama pacarnya.
Nah, Pren, air mata kita termasuk yg mana nich? Kalo kita nangis gara-gara siapa hayo?? Yg jelas bukan gara-gara A'a BOY! Hwehehe.. Moga2 air mata & nangis kita hanya karena Allah! (a2i)
TAHUKAH KAMU?
KECEPATAN CAHAYA
"...Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." [Q.S. Al Hajj : 47]
Satu hari seperti 1000 tahun. Dgn menggunakan hitungan ini, kita dapat merumuskan bahwa rumus kecepatan cahaya itu c=3x100.000. Al Quran keren kan?
Laila Majnun karya Nizami adalah karya sastra yang menceritakan tentang kisah cinta yang berakhir tragis. Tragis di sini kalau dipandang dari sudut pandang keduniawian. Tapi kalau kita memandangnya dengan kacamata batin, akhir dari cerita ini bisa kita katakan sebagai “happy ending” karena adanya penyatuan antara sang pencinta dan kekasihnya di alam yang tak terjamah.
Di buku ini, diceritakan dari awal perkenalan seorang pemuda, putera seorang pemimpin kabilah Bani Amir, Qais, dengan seorang gadis cantik bernama Laila, anak seorang pemuka kabilah yang lain. Mereka bertemu di sebuah sekolah, model kisah cinta yang akan ada sepanjang zaman…
Dan sepanjang cerita ini, dikisahkan bagaimana kisah cinta mereka begitu penuh dengan halangan dan ketidaksetujuan dari berbagai pihak. Bagaimana sebagian besar orang begitu mengharamkan pertemuan kedua insan yang memang saling mencintai bukan hanya dengan cara yang biasa, tapi mereka saling mencintai dengan kedalaman yang tak terkira.
Bagaimana Qais, yang akhirnya dijuluki “Majnun” yang artinya gila, karena dia bertingkah seperti orang gila dalam usahanya mendapatkan Laila, berusaha mendapat Laila dengan berbagai cara, dan selalu gagal. Dan diceritakan juga nasib Laila yang memang terlahir sebagai perempuan di suatu zaman yang begitu penuh diskriminasi sehingga tidak ada kesempatan untuk memilih dan lebih dihargai apabila menerima takdir dari orang lain.
Kisah cinta mereka terus berjalan dan tidak pernah pudar, walaupun akhirnya Laila dinikahkan dengan Ibnu Salam, lelaki bukan pilihan Laila. Laila sama sekali tidak mau disentuh oleh suaminya sendiri karena cintanya terdampar di tempat yang tidak semestinya. Dan Ibnu Salam pun bukan seorang laki-laki yang suka mementingkan dirinya sendiri. Karena besarnya cinta pada Laila, ia rela tidak menyentuh istrinya sendiri itu walaupun dalam pernikahan yang sah, karena dia tahu hari Laila tidak bisa ia dapatkan.
Dengan adanya kisah cinta ini, banyak korban-korban yang berjatuhan, dalam arti korban-korban yang turut menderita melihat kedua insan yang tengah mempertahankan cinta mereka. Orang tua Qais dan Laila, Ibnu Salam, teman-teman Qais dan Laila, yang harus menyerahkan apapun termasuk nyawa mereka untuk ikut menanggung sebagian dari penderitaan.
Dan pada akhir cerita, Laila yang wafat lebih dulu dikuburkan dengan layak, sedangkan Qais yang akhirnya mati seperti orang terlelap di pusara Laila, dijaga oleh teman-temannya hewan-hewan gurun. Dan pada akhirnya mereka bersatu juga, dalam dunia yang tidak terjangkau oleh siapa pun…
Ending :
Hanya dalam kematian, mereka diizinkan untuk bersanding...
"Sepasang kekasih terbaring dalam kesunyian,
Disandingkan di dalam rahim gelap kematian,
Sejati dalam cinta, setia dalam penantian,
Satu hati, satu jiwa, di dalam surga keabadian."
Legenda Cinta Layla-Majnun
Judul: Laila-Madjnoen (Tjeritera di Tanah Arab); Laila Majnun Karya Nizami; Layla Majnun, Roman Cinta Paling Populer & Abadi
Penulis: Hamka (Hadji Abdul Malik Karim Amrullah
Penerbit: Balai Poestaka, 1932; Ilman Books, 2002; Navila, 2002
Tebal: 74 halaman; 222 halaman; 200 halaman
Kalau ada kisah cinta abadi antara seorang perempuan dan laki-laki yang menjadi legenda di dunia Timur, itulah legenda Layla dan Majnun. Kisah ini begitu melegenda sehingga muncul banyak versi menyangkut lika-liku hubungan cinta Layla dan Majnun.
Ada anggapan bahwa kisah cinta Layla-Majnun ini hampir-hampir menyerupai cerita Romeo and Juliet karya sastrawan Inggris, William Shakespeare, terutama dalam hal tragedi yang menyelubungi hubungan cinta sepasang kekasih. Meski demikian, cerita Romeo and Juliet adalah salah satu karya yang ditulis oleh tangan William Shakespeare pada abad ke-16. Sementara itu, Layla dan Majnun merupakan sebuah cerita yang dikisahkan dari mulut ke mulut dan baru pada abad ke-12 dituliskan oleh seorang penyair dari Azerbaijan, Nizami Ganjavi, dalam bentuk syair. Versi Nizami inilah yang kemudian merupakan cerita yang paling populer.
<>
Menurut Jean-Pierre Guinhut, seorang orientalis dan ahli mengenai kebudayaan dan filsafat Timur yang juga pernah menjadi Duta Besar Perancis untuk Azerbaijan, pengaruh cerita Layla-Majnun ini melampaui tradisi Timur. Jika melihat kembali ke masa Abad Pertengahan, yaitu sekitar abad ke-11-13, banyak dari karya sastra Barat saat itu memiliki jejak sastra oriental yang kemudian memengaruhi karya-karya sastra seperti cerita kepahlawanan Jerman abad ke-13 berjudul Tristan und Isolde yang ditulis oleh Gottfried von Strassburg atau dongeng Perancis, Aucassin et Nicolette.
Sampai saat ini, kisah Layla-Majnun merupakan cerita yang paling populer di Timur Tengah maupun Asia Tengah, di antara bangsa-bangsa Arab, Turki, Persia, Afgan, Tajiks, Kurdi, India, Pakistan, dan Azerbaijan. Kepopuleran kisah ini memberi inspirasi banyak seniman, baik pelukis, pemusik, maupun pembuat film, menciptakan beragam karya seni yang menggambarkan kisah-kasih Layla dan Majnun.
Di dalam buku terbitan Balai Poestaka ini dikisahkan tentang Qais dan Layla yang hidup di negeri Nedjd, salah satu wilayah di tanah Arab. Mereka adalah sepasang remaja yang sejak kecil sering bermain bersama dan ketika menginjak remaja pergi belajar di sekolah yang sama. Qais berwajah tampan, sementara Layla adalah gadis rupawan yang menjadi dambaan setiap laki-laki. Keduanya saling jatuh cinta, namun adat melarang mereka mengekspresikan gelora cinta secara terbuka. Maka, perasaan keduanya hanya ditumpahkan dalam bentuk syair ketika mereka mempunyai kesempatan bertatap muka secara diam-diam.
Suatu ketika Qais memutuskan untuk ikut bersama ayahnya, Al-Mulawwah, berniaga ke negeri lain agar kelak ia memiliki bekal pengetahuan sendiri tentang perniagaan. Maka, pamitlah ia kepada Layla dan memberikan seuntai kalung mutiara sebagai tanda kesetiaannya. Qais meminta Layla untuk melepaskan sebuah mutiara dari untaiannya apabila waktu sudah menunjukkan bulan baru. Meskipun sangat sedih, Layla merelakan kekasihnya pergi mencari pengalaman.
Sepeninggal Qais, Layla hanya bermenung diri dan menciptakan syair sebagai pelambang rindu. Suatu hari, ayah Layla, Al-Mahdi, pulang ke rumah bersama seorang tamu bernama Sa’d bin Munif, yang diajak menginap. Tamu itu seorang saudagar kaya raya yang berasal dari Irak. Ketika berjumpa Layla, Sa’d bin Munif langsung jatuh cinta dan melamar Layla kepada ayahnya. Tanpa sepengetahuan Layla, Al-Mahdi menerima lamaran tersebut karena tergiur oleh mas kawin 1.000 dinar dan harta kekayaan Sa’d bin Munif. Layla tak berdaya melawan perintah ayahnya karena adat memang menyatakan bahwa laki-laki berkuasa atas perempuan.
Sementara itu, Qais yang telah memasuki bulan ke-9 ikut berniaga ke negeri-negeri seperti Damsjik, Jerusalem, Hims, Halab, Anthakijah, Irak, Koefah, hingga Basrah tidak dapat lagi menahan rindunya terhadap Layla. Wajahnya tampak muram dan badannya semakin kurus. Ayah Qais melihat kesedihan anaknya dan menanyakan ada apakah gerangan yang telah mengganggu pikirannya. Akhirnya Qais berterus terang tentang kisah cintanya dengan Layla. Demi mendengar penuturan anaknya, Al-Mulawwah memutuskan segera kembali ke kampung halamannya dan berjanji akan melamar Layla untuk Qais.
Ketika sampai kampung halaman, Al-Mulawwah bergegas menemui ayah Layla dan menawarkan 100 unta sebagai pengganti uang 1.000 dinar yang telah diberikan Sa’d bin Munif. Akan tetapi, dengan sombongnya, ayah Layla menolak lamaran Al-Mulawwah. Tak berapa lama kemudian, pesta perkawinan Layla dan Sa’d bin Munif diselenggarakan secara besar-besaran. Maka, hancur luluhlah hati Qais. Tak ada satu obat pun yang bisa menyembuhkan sakitnya ini, meskipun orangtuanya telah mendatangkan banyak tabib ternama. Sejak itu Qais tidak mau berbicara kepada orang lain, ia sibuk dengan dirinya sendiri dan sering kali terlihat berbicara sendiri. Karena perilaku aneh inilah orang sekampungnya memanggil Qais dengan Majnun, yang berarti kurang sempurna pikirannya.
Akan halnya Layla, meskipun kini telah menjadi istri Sa’d bin Munif, ia tetap mencintai Qais. Menurut Layla, secara fisik ia boleh menjadi istri Sa’d bin Munif, tetapi jiwanya tetap untuk Qais. Dalam ungkapannya, di dunia Qais dan Layla bukanlah pasangan suami istri, tetapi di akhirat mereka menjadi pasangan abadi. Karena tak kuat menanggung penderitaan cinta ini, Layla sakit dan selalu memanggil nama Qais. Akhirnya Qais pun dipanggil untuk menemui Layla. Ketika mereka bertemu, Layla memberi pesan terakhir bahwa mereka akan bertemu nanti di akhirat sebagai sepasang kekasih. Demi melihat kekasihnya meninggal, putus asalah Qais. Tak ada lagi keinginannya untuk hidup. Sehari-hari kerjanya hanya duduk di pusara Layla hingga akhirnya Qais meninggal. Maka, jasad Qais pun dibaringkan di samping pusara Layla.
Kira-kira 10 tahun kemudian, beberapa musafir menziarahi kubur mereka berdua. Di atas kedua pusara itu telah tumbuh dua rumpun bambu yang pucuknya saling berpelukan. Maka, masyhurlah kisah ini sebagai kisah Layla-Majnun.
Tujuh puluh tahun setelah penerbitan buku ini oleh Balai Poestaka, pada tahun 2002 kisah ini dibukukan kembali oleh dua penerbit, Ilman Books dan Navila, masing-masing dengan judul Laila Majnun dan Layla Majnun, Roman Cinta Paling Populer & Abadi. Di dalam kedua buku itu disebutkan bahwa kisah yang ditulis merupakan saduran karya Nizami dari buku berbahasa Arab dengan judul Qays bin al Mulawah, Majnun Layla dan versi bahasa Inggris berjudul Laili and Majnun: A Poem serta Layla and Majnun By Nizami.
Meskipun ketiga buku tersebut sama mengungkap tragedi kisah cinta Layla dan Majnun, tetapi terdapat beberapa perbedaan menyangkut detail cerita. Pertama, di dalam buku terbitan Balai Poestaka disebutkan bahwa Qais adalah anak saudagar bernama Al-Mulawwah, yang sering bepergian ke negeri-negeri lain untuk berniaga. Sementara di dalam dua buku yang terbit tahun 2002 hanya disebutkan bahwa Qais adalah anak semata wayang seorang saudagar bernama Syed Omri atau Sayid. Ayah Qais dikabarkan telah lama menanti kehadiran anak semata wayangnya untuk meneruskan garis keturunan keluarga.
Perbedaan kedua, di buku Balai Poestaka, suami Layla dikabarkan pergi dari negeri Nedjd setelah kematian Layla. Sementara di buku terbitan 2002, suami Layla, Ibnu Salam, meninggal lebih dahulu dibandingkan dengan Layla. Beberapa perbedaan ini disebabkan, pertama, banyaknya penyair ataupun sastrawan yang menuliskan kisah Layla-Majnun. Kedua, lebih banyak lagi penulis yang menyadur kisah Layla-Majnun berdasarkan syair yang ditulis para penyair atau sastrawan tadi.
Kepopuleran kisah Layla-Majnun ini membuat dua buku terbitan tahun 2002 itu mengalami cetak ulang beberapa kali. Bahkan, buku terbitan Navila menjadi buku paling laris dengan mencetak rekor memasuki cetakan ke-18 pada bulan Mei 2004. Sementara buku terbitan Ilman Books telah masuk periode cetakan ke-6 pada tahun 2004 ini.
Kemasyhuran kisah Layla-Majnun ini juga telah memberi inspirasi kepada sutradara kondang Indonesia, almarhum Sjumandjaja, untuk membuat cerita bagi layar lebar. Maka, tahun 1975, dibuatlah film berjudul Laila Majenun dengan bintang utama Rini S Bono sebagai Laila dan Ahmad Albar sebagai Majenun. Film ini pun mengantongi penghargaan untuk kategori Aktor Pembantu Terbaik bagi almarhum Farouk Afero pada Festival Film Indonesia 1976.
]
Cinta Agung hanya dari Allah S.W.T. Cinta lain kepada suami, isteri, anak-anak, ibu dan bapa, kepandaian, Kejelitaan, pangkat dan harta benda hanya bersifat sementara. Boleh Hilang dalam sekelip mata. Yang kekal hanya Allah S.W.T.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan..Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati..Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Hapuskan Kedukaanmu... Tapi mengapa kesakitan di hati ini masih lagi terasa? Sabarlah.... Mungkin bersama masa kau akan belajar untuk melupai segala kelukaan dan kesakitan itu. Sungguh sekuat mana menahan diri sedangkan air mata semakin mendesak untuk tercurah. Kebahagiaan pasti tiba orang yang jahat pasti tercela segala keburukan telah menimpa saatnya kelegaan menjelma. Banyak mata yang terbuka sementara lainnya terpejam. Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada. Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu sebab kesedihanmu hanya akan membuatmu menjadi nanar. Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan apa yang kau perlukan esok hari dan kau akan menjumpai kecukupan itu ketika kau menjalaninya. Biarkanlah segala sesuatu mengalir seirama taqdir. Jangan sekali-kali kau tidur kecuali tetap waspada. Saat kau kerdipkan matamu belum sempat kau terlena ternyata Allah telah mengubah keadaan. Sekalipun kulukiskan keagunganMu dalam goresan sebagai tanda kesucian yang mempererat jiwa Engkau tetap Yang Teragung dan tempat segala yang bermakna. Ya Tuhan, hanya pada keagunganMu segalanya terasa lapang.
Kenangan itu kadangkala teramat pahit untuk diredah, tetapi ia terlalu manis untuk dikenang. Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.Andainya hadirnya cinta sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.Kecewa bercinta bukan bermakna dunia sudah berakhir.Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.Hidup ini indah jika kita tahu menghargainya... Tapi ia amat menyakitkan andai kita melaluinya sambil lewa...
Ya Allah, Bukakanlah Dadaku, Mudahkan Urusanku dan Hilangkanlah Kekakuan Pada Lidah Agar Mereka Faham Akan Perkataanku.Ya Allah! Mulakan Permulaan Hari Ini Satu Kebaikan, Pertengahannya Merupakan Kebahagian dan Penghujungnya Keuntungan. Ya Allah! Tiada Yang dapat Memberi Kebaikan Melainkan Engkau, dan Tiada Yang dapat Menolak Kejahatan Melainkan Engkau, Tiada Daya Upayaku. AMIN...
..::KU TAK BISA MEMILIKI - DYGTA::.. Memang....waktu ku tersisa Untuk selalu di sisi, menjaga hatimu Aku..kan slalu mencoba, Berikan yang terbaik Untuk kau miliki Tapi maafkan aku Waktuku hanya sesaat... Aku tak bisa memiliki Indahnya cintamu Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu, memilikimu Aku tak ingin kau terluka Mencintai aku... Hapuslah air matamu Lupakan aku... Sedihku, Di batas hasratku Hanya ingin kau bahagia Jalani hidupmu Aku..kan slalu mencoba, Berikan yang terbaik Untuk kau miliki Tapi maafkan aku Waktu ku hanya sesaat.....
..::DEALOVA::.. aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu... aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu.... karena langkah merapuh tanpa dirimu... ooohh..karena hati tlah letih.... aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh... aku ingin kau tau bahwaku selalu memujamu.... tanpamu sepinya waktu merantai hati... oh bayangmu seakan akan.... reff kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu..ooohh kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada.... hanya dirimu yang bisa membuatku tenang... tanpa dirimu aku merasa hilang... dan sepi... kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu..ooohh kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada... hanya dirimu yang bisa membuatku tenang... tanpa dirimu aku merasa hilang... dan sepi...
..::RADJA - Jujur::.. Duhai kekasih pujaan hatiku Apakah kau memberiku satu arti Sedikit rasa yang bisa kumengerti Bukan sumpah atau janji Buktikanlah bila ada cinta Setulus hatimu bisa menerima Sebatas kejujuran yang kau miliki Bukan sekedar bersama Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta Tinggalkan aku Bila tak mungkin bersama Jauhi diriku lupakanlah aku O... Ho... O... Ho... Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta Tinggalkan aku Bila tak mungkin bersama Jauhi diriku lupakanlah aku Selamanya
..::RADJA - Tulus::.. Kekasih aku tak mengerti Apa yang ada didalam hatimu Kau diam kau tersenyum kepada aku Disaat aku salah Jangan pernah dustai hati Bila dirimu sudah tak cinta lagi Percuma bila terus bersama Pastikan terpisah Tuluskan hatimu mencintai aku Bila aku pernah menyakiti hatimu Maafkan aku, lupakan lah aku Bila itu mau mu Tuluskah hatimu mencintai aku Bila aku pernah melakukan salah Maafkan aku lupakanlah aku Namun jangan tinggalkan cintaku Tuluskah hatimu mencintai aku
..::UNGU - Tercipta Untukku::.. Menatap indahnya senyuman di wajahmu Membuatku terdiam dan terpaku Mengerti akan hadirnya cerita terindah Di saat kau peluk mesra tubuhku Banyak kata yang tak mampu Ku ucapkan kepada dirimu Aku ingin engkau selalu Hadir dan temani aku Di setiap langkah Yang meyakiniku Kau tercipta untukku Sepanjang hidupku Meski waktu akan mampu Memanggil seluruh jiwa ragaku Kuingin kau tahu ku slalu milikmu Yang mencintaimu sepanjang hidupku
When you REALLY want something, sometimes you have to swim a little deeper....You can't give up just because things don't come easy...You have to overcome the obstacles and face your fears...But in the end, it's all worth while! Life is full of ups and downs, but if you believe in yourself you will always come through with flying colors. Value friendship, love, and faith. Never underestimate yourself. If you follow this advice you can never go wrong!" Look !nto My Eyes And Read My M!nd....F!nd YourSelf And Be YourSelf ( I'll Be Searching For You.... )
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber kebijaksanaan Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah muzik yang menggetarkan hati Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga….
Do'a dikala ragu akan dirinya...:)
Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do'a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya....:)
Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin... Ya Rabbal 'Alamin
Puisi 41
Sebuah Puisi Akhi Masrawi
Sebening Cinta Kota Cairo
Aku berkenalan dengan Cairo
Sebermula permukiman di dadanya
Cairo menyambutku melazimi rutinnya
Dipukul butir-butir debu nan tersapa
Cairo mengajarku bercinta
dengan watak-watak mayanya
Melakarkan metafora cinta bersama
tanpa aku mengenali sedalamnya
hanya berselindungan cuma
Aku dan Cairo mula berkenalan
Cairo ibarat taman larangan
Menyembunyikan seribu rahsia persoalan
Aku hanya mengandaikan demikian
Kala menjejak Ramsis dari Abas Akad
Aku mula menelaah Cairo
Aku ditemukan dengan kesesakan
Perubahan peradaban dan segala macam
Belum lagi membelok ke Tahrir
Singgah di Husin dan berjalan ke Atabah
Santak tersesat hingga ke Misril Jadidah
Yang bakal menemukan
zuruf dan uruf yang membezakan
antara Aku dan Cairo
antara hak dan kebatilan
di sebalik maslahah dan kebenaran
Aku terkilan sudi singgah
di laman cinta Cairo
Yang menipu pandangan zahirku
Dalam menilai Kota Cairo
Sejak itu Cairo tidak pernah menemukan lagi aku
walau aku pernah meminta ditemukan
Cairo tidak betah selalu menjemput aku sebagai tamu
walau aku pernah mempelawakan diriku
Cairo tidak sangsi untuk membuang aku
Jauh dari halaman rutin hidupnya
Namun Cairo tidak rakus melahapku sebegitu
Entah...Hanya Cairo yang tahu sebabnya
Aku terasa bersalah menafikan
Cinta Cairo terhadapku sebagai tamunya
Akhirnya Cairo menemukan aku segalanya
Dari belikat tubuh yang masih sengal
Getar tabah yang bergelora dipersenda
Menjadi saksi dan bukti nyata
Tika mengejar bas dan menyalak kesesakan
Sambil berlari menyeret episod-episod cabaran
Kecekalan, ketabahan, kesabaran, perjuangan,
pengorbanan, keikhlasan dan segalanya
yang tidak ditemui seumpamanya
Sumber watak cinta Cairo yang terpasak
Menyemat ampuh di sanubari hatinya
Bukan cuma ilusi dan igauan
medan yang pernah mengajarkan
Cinta dan seribu kelainan
Terima kasih kerana beri aku peluang
Walau sukar sukmaku nyatakan
Sebening cinta Kota Cairo
Nukilan,
Akhi Masrawi.
Khalfal Masakin
Tanta.
Puisi 42
Bonda
Bonda
dalam pelukanmu
aku menangis
kerana kemiskinan kita
menjadi bahan senda
Dan kuih-muih
yang kujaja
terbuang di tangan
orang yang menuduh
keluarga kita
perosak damai kampung
aku pelik
tangis ini tidak akan menitis
dari anak lelakimu
andai mereka tidak berkata
aku anak tidak 'berbapa'
nukilan,
akhi masrawi
(ilham dari pembacaan cerpen Jabat nukilan Ralan Kazan- dalam buku Persediaan menulis Cerpen oleh: Dr. Othman Puteh)
Puisi 43
Semalam Dia Berpesan
Semalam dia berpesan
tentang kebenaran
sebuah perjuangan
Semalam dia berpesan
tentang kejayaan
sebuah pengorbanan
Semalam dia berpesan
tentang keadilan
sebuah pentadbiran
Semalam dia berpesan
tentang kezaliman
sebuah pemerintahan
Semalam dia berpesan
tentang kesetiaan
sebuah percintaan
Semalam dia berpesan
tentang cita-cita
yang semakin pudar
Semalam dia berpesan lagi
tentang segalanya
sebelum pergi selamanya
Nukilan
Akhi Masrawi
Mei 2002
Puisi 44
Rintihan
Rintihan hati ini
hanya difahami
jiwa yang mengerti
kerana sebening impian
yang pernah dilakarkan
semakin pudar warnanya
sedang ilusi cinta
yang diseret pilu
semakin resah
membisik lembut
salirat kasih
yang kian tercicir
Nukilan,
Akhi Masrawi
Mei 2002
Puisi 45
Kenal
Bolehkah aku kenal
seorang wanita
tentang diri
juga hati budi
malah cinta
dan keikhlasan
hanya dalam tempoh
enam purnama?
Nukilan,
Akhi Masrawi
Mei02
Puisi 46
Anggap
Pernahkah
kau anggap
diriku ini
sebagai pendamping
yang memahami
layar laluan
malah kehidupan
seorang pejuang
Nukilan
Akhi Masrawi
Puisi 47
Mencari identiti
Aku seorang insan
dikatakan tanpa perasaan
Aku seorang insan
dituduh ego dan angkuh dengan diri
Aku seorang insan
semakin hanyut dalam lamunan
Aku seorang insan
kini tersungkur diseret impian
Aku seorang insan
yang masih mencari identiti diri
Nukilan,
Akhi Masrawi.
Puisi 48
Puteri MIRC
Puteri MIRC
kepingin amat
mencari sahabat
dalam dunia senyap
Puteri MIRC
cantik sekali
menyusun kata-kata
dalam dailog bisunya
Puteri MIRC
sering kali jatuh cinta
pada sang putera
yang petah menyusun kata
Puteri MIRC
akhirnya sedar jua
cinta yang terjumpa
selalunya dusta
Nukilan
Akhi masrawi
02/Mei
Puisi 49
Kesan
Kesan itu
semakin hilang
dimamah zaman
dan kian lenyap
dari kotak ingatan
seorang sejarahwan
yang pernah mengkaji
tetapi tidak
bagi perajurit
yang pernah menempuh
sebuah perjuangan
di medan itu
kerana kesan itu
adalah nostalgia semalam
biar pudar
ditelan zaman
namun tidak
di kotak ingatan
insan berdarah satria
seperti seorang pejuang
Nukilan
Akhi Masrawi
5/02
Puisi 50
Cinta Hakiki
Hanya satu cinta
yang paling agung
dari semua
cinta yang ada
kerana sukar mendapatnya
tidak terjual di mana-mana
tetapi hanya boleh dipungut
dalam ubudiah terhadapNya
setelah mengikat ihsan
dan keikhlasan
akan ditemui cinta hakiki
cinta Ilahi
Suatu sore saya kedatangan sahabat saya. Seorang ibu dengan 2 orang anak yang sholehah.
Biasanya kalau beliau datang, akan ada saja yang kami bicarakan dan yang paling membahagiakan adalah ketika kami saling menyemangati dalam ibadah kami masing masing.
Pembicaraan kami sampai pada soal poligami...hmmmm...seru nya obrolan soal poligami kataku dalam hati....
"Mbak gimana abinya soal poligami, sering dibicarakan ndak berdua ?" tanya sahabatku
AKu tertawa mendengar pertanyaan itu. "Hampir setiap hari" kataku sambil senyum senyum
"Wah...memang mbak ndak gimanaaa gitu..." tanya nya mulai penasaran
"Gimanaaa..gimana maksudnya ?" aku pura pura juga ndak ngerti maksud pertanyaan nya
"Yaaa...gimana ya...memang nya mbak-e dah siap apa ? abinya apa juga sudah siap apa ?" Tanya nya lagi
Saya pun tertawa mendengar pertanyaan itu "ya di siapin tho bu...kan dah tahu teorinya...tinggal persiapan praktek...tapi kalo bisa ya jangan sekarang sekarang sih..." kata saya sambil menyengir (duh...bahasa yang bagus apa ya...)
Sahabat saya pun tertawa. "Trus nek mbak-e piye, wes siap tho ?" tanya saya...kami memang terbiasa berbahasa jawa kalau ngobrol
"Aku sudah tanya abi nya, katanya belum kepikiran" kata sahabat saya. "Berarti dia ada niat kan ya kalo sekarang belum berarti besok besok ada niat" tambah nya lagi
"Lha ya gak papa kan ??" kata saya menyelidik.
"Iya mbak...tak kejar terus ko apa dia memang ada niat nanti nanti" agak serius sahabat saya ini menjawab nya
Saya lantas tertawa "Piye tho...kalo nanti ya nanti saja di pikirinnya...mosok ada sih niat nya nanti...." kata saya
"Abi nya bilang gini ko mbak : Abi pengen banget mi...bidadari nya abi di syurga nanti tetep ummi" cerita sahabat saya sambil berkaca kaca.
"Subhanallah...." jawab saya
"Iya mbak...aku terharu sekali, tapi itu pekerjaan yang sangat berat di dunia ya mbak" tutur sahabat saya
"Ingat lah selalu kata kata suamimu sahabatku, agar menjadi pecut bagi kita dalam meningkatkan ibadah kita" kata saya menyemangati
Subhanallah...
Saya belum pernah sih mendengar ataupun membaca ada suami yang bercita cita seperti suami sahabat saya tadi. Kalau yang bicara itu ustadz ya akan sangat wajar...
Akan kah banyak lagi para suami yang ingin menjadikan istrinya sebagai bidadari nya di syurga nanti ?
Rabb....bawa kami para istri muslimah sholehah, agar menjadi bidadari bagi suaminya kelak di syurga...amiiinnn
To. Sahabat tercinta...terima kasih telah memberi semangat padaku untuk terus men-charge ruhyah ini
Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.
Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.
Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.
Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga kita? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.
Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan.
Disebabkan oleh komitmen yang sangat kuat pada Allah dan Rasul-Nya istri Julaibib mengikhlaskan hati untuk menikah dengan Julaibib. Yang baru semalam usia pernikahan mereka Julaibib mengakhiri hayat di medan syahid. Ketika ibunya merasa tidak rela dikarenakan rendahnya rendahnya martabat dan buruknya perawakan fisik, ia meminta agar orang tuanya menerima pinangan itu kalau memang Rasulullah saw. yang menentukan.
Orang yang melapangkan hati untuk menenggang perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan. Perbedaan itu bukan lantas tidak ada, tetapi kesediaan untuk menenggang perbedaan membuat kita mudah untuk melihat kesamaan dan kebaikannya. Sebaliknya, kita akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain, tidak terkecuali pendamping hidup kita, bila kita sibuk mempersoalkan perbedaan. Apalagi jika kita sering menyebut-nyebutnya, semakin terasa perbedaan itu dan semakin tidak nyaman membina hubungan dengannya.
Semoga Allah melindungi kita dari mempersoalkan perbedaan tanpa mengilmui. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesibukan yang membinasakan. Semoga Allah pula kelak mengukuhkan ikatan perasaan di antara kita dengan kasih sayang, ketulusan, dan kerelaan menenggang perbedaan. Sesungguhnya telah berlalu umat-umat sebelum kita yang mereka binasa karena sibuk mempersoalkan perbedaan dan memperdebatkan hal-hal yang menjadi rahasia Allah.
Nah, jika mempersoalkan perbedaan, menyebut-nyebutnya, dan mengeluhkannya akan membuat hubungan renggang, mengapa tidak melapangkan hati untuk menenggangnya? Sesungguhnya menenggang perbedaan akan menumbuhkan kasih sayang dan kemesraan yang hangat. Ada perasaan mengharukan yang sekaligus membahagiakan jika kita memberikan untuknya apa yang ia sukai.
Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita. Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita cintai. Kedua terimalah ia tanpa syarat. Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat. Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat.
Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yang ahsan yang disampaikan oleh ustaz yang kini masih mengajar di jurusan Psikologi, UII, Yogyakarta ini. Yakni terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.
Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.
Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.
Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.
Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.
Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya.
Dalam buku ini Ustaz Fauzil memang tidak hanya membahas seputar keikhlasan menerima pasangan kita apa adanya. Namun tampaknya beliau memandang masalah yang remeh temeh ini dalam beberapa hal telah menjadi batu karang yang cukup terjal yang kemudian melahirkan benih-benih konflik dan alih-alih perceraian.
Seperti pada bagian akhir, beliau menjelaskan bagaimana upaya belajar itu tidak sebatas menerima apa adanya, tetapi juga diikuti dengan belajar mendengar dengan sepenuh hati. Karena tidak jarang kita bukan tidak paham jawaban yang sesungguhnya diinginkan di balik pertanyaan pasangan.
Cukup banyak hal sepele yang tampaknya kita anggap telah kita berikan tetapi ternyata hal itu jauh meleset dari dugaan. Kita bukan mendengar pasangan tetapi mendengar diri sendiri, kita bukan memberi solusi tapi malah menambah materi. Kita bukan memberi jalan keluar alih-alih menghakimi. Kita bukan memberikan jawaban, tetapi malah memberikan pertanyaan. Kita bukan meringankan tetapi malah memberatkan. Benarkah?
Al akhir, kekayaan itu ada di jiwa. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan menerima. Dengan kekayaan jiwa kita akan lebih mudah memberikan empati, lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan lebih mudah mendengar dengan sepenuh hati.
Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.
Masya Allah. Subhanallah. Alhamdulillahirabbil alamiin. Wallahu alam bisshawab.
(bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perpektif kita)
akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
apakah kau masih sambut dahulu memintaku minum susu
sambil membenarkan letak leher kemejaku
kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah bandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
meresapi belaian angin yg menjadi dingin
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudepak, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat
apakau kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati