Selasa, 17 Februari 2009

PUISI

Aku bertanya kepada diriku

Akan kemana aku pergi dalam piluku

Mengais tumpukan derita dalam putihnya tulang

Mengasah rasa dalam mengenyam malam nan pekat

Secercah harap melintas diatas harap

Berlari mengejar, mimpi tak kudapat

Beharap esok datang penuh dengan bahagia


Dalam arah gelombang yang membahana

Ada jiwa tersembunyi dalam kalbu

Wajah-wajah mungil ingin berkesah

Pada rindu denyut bahagia

Tanpa dekapan bunda!

Tanpa timangan ayah!

Yang tak lagi merengkuh teguh!

Secepat mimpi sirna ditelan asa..


Saudaraku……..

Kenapa matamu membisu gundah?

Kau menangis sebanyak tanyaku yang menggelantung dalam pikirmu..

Taukah kau saudaraku?

Saat kau berpeluk ketakutan..

Saat kau pergi dengan kesendirian..

Saat kau terbuai khayalan..

Saat kau hilang dalam keputusasaan..

Peluk aku..

Dekap aku..

Dekap aku..

Jangan diam membisu..


Saudaraku…

Indahkah mimpimu?

Sejukkah pandanganmu?

Hangatkah senyummu?

Disini kita berada bersama..

Satu jiwa saling berbahasa

Jangan kau diam membisu

Lihatlah wajah lugu ini penuh Tanya dalam beribu bahasa

Dalam lamunmu yang menggunung..

Dalam deritamu yang gemuruh sepekat malam…


Saudaraku…

Akankah cintamu bersama dalam bahagia?

Rindumu bersemai rasa…

Tangismu hilang dalam rasa..

Datanglah kepadaku…!!!

Hidupkan ragamu..

Semangatkan kobarmu…

Raih citamu..

Meski langit tak kunjung jera..

Namun jiwa menghidupi peluhku…


Saudaraku….

Adakah harap yang kau miliki?

Adakah nafas yang kau hirup?

Dalam rongga hidupmu…

Saat kemelu datang menghampirimu, BEGITU MENAKUTKAN!!

Jangan kau pergi dalam dukamu sendiri..

Rentangkan tanganmu…

Rentangkan tanganmu….

Dekatkan dirimu…


Kita bersama merengkuh dayung…

Ajarilah aku hidupmu dalam dukamu..

Ajarilah aku tersenyum dalam sukamu…

Esok pasti berlalu dengan sendirinya…

1 komentar:

Ulul Azmi mengatakan...

keren puisinya...